Wednesday, May 7, 2008
Berjualan dengan hati
berjualanlah dengan hati itu adalah nasihat dari teman seniorku dulu saat aku pertama kali menggeluti bidang sales. Jujur itu tidak aku laksanakan dengan baik..karena memang dari awal ada yang mengganjal dihati. tapi apa mau dikata, tuntutan hidup membuat aku tetap menjalaninya sesuai dengan aturan, dan lancar..namun tetap tidak dengan hati ini.


ada beberapa proyek yang berhasil aku dapatkan mulai dari yang nilainya besar hingga kecil. tapi yang justru membuatku bangga adalah proek yang bernilai hanya $100 dengan keuntung $ 10, kalau nda salah card scanner..sesuatu yang aneh bukan jika dibanding proyek yg aku dapatkan yang bernilai $3000 dengan keuntungan hampir $1200 kalau nda salah maintenance network (maintenance memang proyek yang menggiurkan).

Pada proyek kecil itu aku benar-benar mengerti alur jual belinya, mulai dari klien meminta barang, cari distributor, transaksi dengan distributor, deal dengan distributor dan klien, hingga delivery aku yang handle semua. yak..ini pengalaman yang mengasyikkan..dan karena memang baru kali ini aku tahu semua alurnya. maklum dulu jurusanku adalah Statistika bukan marketing.Proses itu semua aku jalani dengan hati, dengan senang dan berpikiran bahwa ini proyekku dengan perusahan hanya fasilitator.

Sayang itu tidak konsisten aku lakukan, mungkin karena setiap hari dikejar untuk dapet proyek baru, klien baru..jadi tidak fokus dengan klien yang sudah ada.Padahal ada tulisan yang mengatakan *lupa sapa atau dimana* bahwa dari hanya 20% klien lama justru akan mendatangkan 80% keuntungan. tidak sebaliknya.

Saat ini saya malah belum berniat lagi untuk menjadi sales...nda tau ya kalo nanti.Kali ini saya sedang ingin berada di zona nyaman, tapi dalam hati pun mengatakan bahwa jangan selamanya berada di dalam zona nyaman ini, suatu saat harus berani keluar dari zona nyaman, mencari sesuatu yang baru atau mungkin zona nyaman yang baru. Ya..ya..otak ini jangan berhenti berpikir disini. Demi menikmati dan mensyukuri otak pemberian Sang Illahi, pada saatnya pasti tiba.

Fokus akan satu hal, itu yang jadi pembelajaran dari sekian banyak pengalaman pahit dan gagal ku. Jangan maruk...fokus pada 1 hal,..tiap orang memang berbeda, dan alhamdulillah aku termasuk orang yang butuh fokus pada 1 hal. Juga ini berarti aku adalah tipe yang setia...hahaha.ga berani deh mendua..bisa ancur semua..Mensyukuri apa yang dimiliki saja.

Sekali lagi gunakan hatimu dalam segala hal dalam hidup ini. Dulu aku main volly pun, disarankan.."kian mainlah dengan hati, anggap bola itu bagian dari dirimu"..alhamdulillah aku jadi bisa main dan menjadi toser. Dulu pertama kali belajar naik motor pun demikian. "Kian, anggap motor ini adalah kamu" dan berhasil hanya butuh sehari belajar naik motor. Dan berjualanlah dengan hati, bekerjalah dengan hati. Karena dengan melakukan sesuatu dengan hatimu, itu akan longlasting.Jika ragu akan sesautu hal..bertanyalah dalam hati, apakah itu yang benar2 kau inginkan. Ingat aza "di setiap persangkaan itu ada doa".

 
posted by Kian at 2:53 PM | Permalink |


3 Comments:


At May 8, 2008 at 8:25 PM, Anonymous teresa

hm...filosofi yang bagus, Ki...memang semuanya itu perlu pakai hati... (mungkin kadang memang ga bisa...tapi hasilnya pasti terasa bedanya...ya di hati...)

 

At May 8, 2008 at 11:32 PM, Anonymous arif

Kok sepertinya aku tahu siapa yang mengatakan itu, hehehe...

Apa pun yang Kamu lakukan, termasuk hidup di zona nyaman, lakukanlah dengan hati.

 

At May 9, 2008 at 8:57 AM, Blogger Kian

@teresia : hmm filosofi?..hmm nda tau itu filosofi po bukan ..eh filosofi ki opo to.. semua emang kembali ke hati..

@bangarif: sapa hayooo...yang pasti yang kemaren2 jadi pelajaran berharga buatku. And thx bang..semua dilakukan dengan hati..dan lapang dada

jadi kepikiran mo bahas ISMI (iman, sedekah, maaf, dan istigfar)