Tuesday, April 29, 2008
Kekuatan energi pelukan
***

Suatu hari di gua Hira, Muhammad SAW tengah ber'uzlah, beribadah kepada Rabbnya. Telah sekian hari ia lalui dalam rintihan, dalam doa, dalam puja dan harap pada Dia Yang Menciptanya. Tiba-tiba muncullah sesosok makhluk dalam ujud sesosok laki-laki. "Iqra!" katanya.

Muhammad SAW menjawab, "Aku tidak dapat membaca!" Laki-laki itu merengkuh Muhammad ke dalam pelukannya, kemudian mengulang kembali perintah "Iqra!" Muhammad memberikan jawaban yang sama dan peristiwa serupa pun terulang hingga tiga kali. Setelah itu, Muhammad dapat membaca kata-kata yang diajarkan lelaki itu. Di kemudian hari, kata-kata itu menjadi wahyu pertama yang yang diturunkan Allah kepada Muhammad melalui Jibril, sang makhluk bersosok laki-laki yang menemui Muhammad di gua Hira.

Sepulang dari gua Hira, Muhammad mencari Khadijah isterinya dan berkata, "Selimuti aku, selimuti aku!". Ia gemetar ketakutan, dan saat itu, yang paling diinginkannya hanya satu, kehangatan, ketenangan dan kepercayaan dari orang yang dicintainya. Belahan jiwanya. Isterinya. Maka Khadijah pun menyelimutinya, memeluknya dan mendengarkan curahan hatinya. Kemudian ia menenangkannya dan meyakinkannya bahwa apa yang dialami Muhammad bukanlah sesuatu yang menakutkan, namun amanah yang akan sanggup ia jalankan.

***

Memang agak gimana gitu jika kita mengatakan kata "pelukan", bisa berarti baik maupun buruk. Ya tergantung dilakukan pada siapa tentunya, tak sembarangan pastinya.

Yang pasti, pelukan memang akan memberikan rasa nyaman, tentram, dan tenang, begitu pula rasa sayang yang begitu dalam, sehingga semua galau akan hilang. dan impactnya akan menyetabilkan emosi dan bertahan lama. Coba saja, namun beware...pelukan sebaiknya dilakukan pada muhrimnya ya..

kalo bukan muhrim, hmm sudah pasti nda boleh. nda akan saya jelaskan disini, yang pasti kalian sudah tau.

Masih terngiang di otakku, saat aku memperoleh teguran keras dari My Mom, semua kepenatannya keluar dilimpahkan ke aku. aku hanya diam, tak berkata, bahkan menangis. bingung salah apa, bingung ternyata aku masih seorang"bajingan".Diam seribu bahasa, mo ditinggalkan malah tidak baik. hehhehe yang ada di otakku cuma satu..andai malam itu aku harus mati..aku rela asal My mom lega...hahahha pemikiran gila. Dengan segala upaya,..setelah diam seribu bahasa, bicara lemah lembut..bicara sepatah dua patah kata. diam kembali..dan diakhiri dengan pelukan ..hmm selesai..ya semua kembali normal...dan tenang..dan itu jadi titik balikku..

tiap "jatuh" masih terngiang pelukan dari My mom itu...hmmm penuh arti dan dalam, hingga menjadi awal perubahan didalam diriku.

***
Helen Colton, penulis buku The Joy of Touching juga menemukan bahwa ketika seseorang disentuh, hemoglobin dalam darah meningkat hingga suplai oksigen ke jantung dan otak lebih lancar, badan menjadi lebih sehat dan mempercepat proses penyembuhan. Maka bisa dikatakan bahwa pelukan bisa menyembuhkan penyakit "hati" dan merangsang hasrat hidup seseorang.

Berdasarkan hasil penelitian yang dikeluarkan oleh jurnal Psychosomatic Medicine, pelukan hangat dapat melepaskan oxytocin, hormon yang berhubungan dengan perasaan cinta dan kedamaian. Hormon tersebut akan menekan hormon penyebab stres yang awalnya mendekam di tubuh.

Hasil hasil penelitian tersebut, memberikan keterangan ilmiah atas kecenderungan dalam diri setiap manusia untuk mendapatkan ketenangan dan kehangatan melalui pelukan. Penelitan tersebut memberikan fakta ilmiah atas besarnya energi yang dapat disalurkan melalui pelukan.

***

Dan bisa jadi, sesungguhnya solusi untuk mengurangi berbagai permasalahan itu sebenarnya sederhana saja: Pemberian pelukan kasih sayang yang banyak kepada anak-anak dari orang tuanya. Bukankah Rasulullah sangat gemar memeluk isteri, anak, cucu, dan bahkan anak-anak kecil di lingkungannya dengan pelukan kasih sayang? Bahkan pernah ada satu kisah ketika Rasulullah mencium dan memeluk cucunya, seorang sahabat menyatakan bahwa hingga ia punya 10 orang anak, tak satu pun yang pernah ia curahi dengan peluk cium.

Rasulullah saat itu berkomentar, "Sungguh orang yang tidak mau menyayang (sesamanya), maka dia tidak akan disayang." (riwayat Al-Bukhari)

 
posted by Kian at 8:15 AM | Permalink |


1 Comments:


At May 3, 2008 at 10:33 PM, Blogger escoret

jadi..???
siapa yg akan meluk elu..????