Tuesday, March 11, 2008
titik balik

Photobucket


4 hari terakhir ini hatiku memang galau. Entah galau karena merindu, entah galau karena menyesal, entah galau karena kecewa.
hari-hari sebelum 4 hari itu, perasaan ini semakin kuat semakin berbunga-bunga, walau puncaknya perasaan ini semakin vulgar..hei tapi bukan dari aku awalnya..itu berawal dari dirimu..bukan??

jika rasa yang bergejolak, memang itu aku akui.dan aku hanya bisa berdiam saja karena itu memang salahku.kenapa rasa yang bergejolak itu tak sanggup aku bendung..maaf..sekali lagi maaf

bagai air dalam galon besar..air itu adalah rasaku padamu...dan maaf jika memang aku terlalu awal membuka keran terlalu lebar..maaf..karena aku belum belajar cara membuka keran yang perlahan-lahan.. maaf..

aku baru sadar..jika air yang keluar itu semakin besar, memang nikmat terasa namun kemudian menjadi bencana..ya..hanya sesaat nikmatnya.

dan aku sudah belajar bagaimana membukanya secara perlahan agar air yang keluar mengalir terus menerus memberikan kenikmatan dan rasa syukur tanpa henti.

Terima kasih telah menegurku..
terima kasih telah meluruskan lagi niat ini..

Aku tak menyesali yang lalu..karena itu akan menjadi pengingatku gar tak berlaku demikian.

bukankah seorang yang ahli harus melalui tahap trial and error. Jika tak salah maka tak belajar.

Tapi aku tak mau salah untuk kedua kalinya...Ya...karena aku tak ingin menodai lagi anugerah rasa ini yang telah diberikanNya padaku melalui dirimu.

Jika kau merunduk kembali..aku pun demikian..aku akan merunduk bagai keladi yang dipangkas batangnya agar nantinya semakin tegar dan cantik.
Jika kau menelungkupkan rasa ini..aku pun akan merendahkan, menutup keran ini agar rasa yang tertampung semakin besar tapi tak meluap.

Jika kau ingin menengadah..aku kan siap untuk memberi dan menerima rasa itu kembali.

Sekali lagi terimakasih atas semuanya..semua rasa dan gejolaknya.
Sekali lagi terimakasih atas semuanya.. sedih dan pelajarannya.

namun..kenapa rasa ini semakin kuat
namun..kenapa aku merasa seperti saat ibuku memelukku saat memberikan maafnya atas semua kesalahanku.

Ya..aku semakin sadar akan anugerah rasa ini..
aku harus memperbaiki hati, mengerti, mengendalikan diri dan ikhlas

Aku memang harus sering merendah padaNya
aku pun merendahkan rasa ini tapi tak menutupnya
karena aku tak bisa menutupnya..entahlah..
semoga Allah masih mencintai aku dan kamu.

 
posted by Kian at 10:04 AM | Permalink |


0 Comments: