Friday, May 4, 2007
Bicara aturan
Terinspirasi dari keadaan saat ini yang semrawut tentang negara ini, tentang aturan yang ada. dan ini adalah wacanaku pribadi, pandanganku pribadi gimana menyikapi suatu aturan.

Aturan hadir karena banyaknya objek yang akan berlaku berbeda dengan tujuan sama. Nah disini aturan berguna untuk menyatukan agar tujuan tercapai. dan Aturan hadir karena kita butuh diatur.ini pikiran gampang ku. Coba pikirkan deskripsi ini.

Misal aturan lampu lalu lintas

kita berada di saat lampu lalu lintas ga ada ato mati.
ada mobil di setiap arah perempatan, setiap sampai di perempatan pasti setiap pengumudi akan waspada, berjalan pelan, liat depan, kanan, kiri, beberapa detik kemudian baru melaju ke arah yang diinginkan dengan perlahan.
nah gimana kalo keadaan jalan rame dan pengemudi di setiap arah pasti akan berlaku sama dan pasti tak akan sabar..dan walhasil macet, kecelakaan mungkin saja akan terjadi.

Nah disini semua akan berpikir.."coba ada yang ngatur"...nah Lampu lalu lintas hadir untuk ini...jadi disini kita butuh lalu lintas agar tujuan tercapa yaitu jalan lancar, aman, dan sampai tujuan.

Ya..menyikapi suatu aturan adalah mengikutinya karena kita percaya bahwa kita butuh aturan. Jangan mengikuti karena kita takut salah atau takut dihukum karena melanggar. Masih inget iklan A mild yang mobil melanggar rambu karena ga ada polisi. Nah itu. kalo kita sadar aturan itu memang untuk kebaikan kita.Ada atau tidak ada yang mengawasi, kita akan tetap berlaku sesuai aturan. Gw yakin sebagian besar orang kalo ditantang malah akan berbuat sebaliknya, dilarang malah pengen mencoba. Nah beda halnya kalo kita sadar dan paham.

Masih inget dengan postinganku tentang kecil-kecil cabe rawit, segala sesuatu yang besar berawal dari yang kecil. Sama halnya dengan aturan, walopun itu sepele tapi dampaknya akan besar dan sialnya akan mengena ke kita lagi.

Ada dua masalah yang menggangu aku, dan mungkin juga kalian yaitu masalah korupsi dan menyontek. oke aku mo "sentil" dua hal itu. ...tunggu aza di postingan lain dan hari lain di alamat yang sama..

Labels:

 
posted by Kian at 9:28 AM | Permalink |


7 Comments:


At May 4, 2007 at 2:38 PM, Blogger Adi

menurutku sih peraturan sudah banyak di negri kita tapi penegakan hukumnya yg masih lemah, sekarang malah lebih parah, pokoknya siapa yang lebih banyak itu yang benar.

 

At May 5, 2007 at 9:49 AM, Blogger Jeep Tralala

aturan ? Bagoooooss,
selama aturan gak menyussahkan dirikua aku akan memathuinya, tp kalo aturan menyengsarakan hidup dan makan ku yoo tak babat abis, cuih...dengan aturan..heuhuehue

 

At May 8, 2007 at 12:04 PM, Anonymous H4rs W4r10r

aturan itu dibuat bukan untuk ditaati...
tapi untuk dilanggar....
bener gak kian....
menurutku sih gitu... :d

 

At May 8, 2007 at 12:54 PM, Anonymous thestoopid

setuju dg mas adi,
kadang aturan yg dibuat muluk2, tapi penegakkannya selalu ada kompromi

 

At May 9, 2007 at 8:12 AM, Blogger Kian

penegakkan hukum selalu ada kompromi emang sering terjadi..karena kita ato si pengawas ga sadar bahwa aturan itu untuk kebaikan kita.saat sudah melenceng sedikiiiittt saja(biasane karena alasan toleransi ato apalah)...maka akan berdampak besar dan berbahaya...

maka lihat aturan sebagai kebutuhan...dan untuk kebaikan...jika disepelekan..ya seperti sekarng ini banyak penyimpangan2..

dan aku sepakat dengan mas Adi..suatu yang benar tidak dilihat dari kuantitas (banyak ato tidak)...tapi dari sifatnya..

Sekali lagi jangan lihat aturan dari keharusan ditaati..TAPI lihat dia sebagai kebutuhan dan kebaikan untuk kita.

Semoga kita selalu berada di jalan yang lurus...Amiin

 

At May 9, 2007 at 8:47 AM, Anonymous aVank

trus gimana dengan wacana
"peraturan ada untuk dilanggar"

 

At May 10, 2007 at 9:28 AM, Blogger Kian

"peraturan ada untuk dilanggar"..heeheh..kkenapa bukan wacana "peraturan ada untuk ditaati"..kalo dah berpikir negatif diawal..kesananya bakal banyak negatifnya..

ga usah susah ssuah lah..karena yg menjalankan itu adalah individu2..makane mulai dari individunya aza..dari diri kita pribadi..kita tumbuhin suasana positif...wacananya diganti "PERATURAN ADA UNTUK KEBAIKAN DIRI KITA"