Wednesday, April 25, 2007
Menanam Benih
Mendekati hari terakhir pemasangan foto tuk lomba fotoblog Loenpia. Hmmm foto apa lagi ya…karena keterbatasan waktu dan kamera..(aku Cuma punya waktu tuk hunting foto pas malam or shubuh dan saat itu kamera hpku ndak mendukung) jadi aq mengambil hasil jepretanku yang duluuuu banget..tahun 2005.

Foto ini aku ambil di daerah Jalan Solo,Yogyakarta deket ma Sari Husada. Siang bolong..puanas banget…loh kok ada yang rajin nanem benih tanaman ya..lupa nama tanamannya sepertinya tanaman Cabe deh.





Jalan Yogya-Solo, 11 Juni 2005 jam 3 sore, kamera : Fuji Finepix A310



Sejenak aku pikir (ga sempet interview je) ibu ini baik sekali dan setia pada suami dan anaknya, mengantarkan makan siang, menemani menanam (walo mungkin bisa saja dia ga bantu menanam benih tapi kehadirannya bisa memberi semangat Suami dan anaknya untuk bekerja), dan mungkin juga ia pun membantu untuk menanam benih disana.

Semuanya demi kehidupan bersama mungkin dengan hadir saja sudah dapat memberi kehidupan dan kebahagiaan bagi seseorang. Apalagi dengan ikut turun tangan membantu.

Hmmm…wanita sebenarnya sudah menjadi manusia yang luar biasa dengan kehadiran, kehangatan, kelembutan, dan cintanya terhadap Allah dan juga keluarga.



Lomba Photoblog Loenpia

Labels: ,


Read more!  
posted by Kian at 3:52 PM | Permalink | 8 comments
Mengenal R.A Kartini
Bulan April ini identik dengan bulannya wanita, kenapa? Karena di Indonesia bulan april memang special, terutama pada tanggal 21 April di setiap tahunnya kita memperingati sebagai Hari Kartini. Ada lomba kebaya, lomba fotoblog tentang wanita, dan parade-parade gadis cilik dengan pakaian adatnya.

foto salma(paling kiri)*ponakanku* pas parade Kartinian

Namun, aneh rasanya jika kita memperingati Hari Kartini tapi kita tak tahu apa dan bagaimana Kartini ini. Begini sejarahnya (sumber dari wikipedia).

*ki-ka:R.A Kartini, Kardinah, dan Rukmini (sumber: wikipedia)*


Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini, lahir di Jepara, 21 April 1879. Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Sosroningrat, bupati Jepara. Beliau putri R.M. Sosroningrat dari istri pertama, tetapi bukan istri utama.

Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.

Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda.
Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.

Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, dimana kondisi sosial saat itu perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.

Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, Raden Adipati Joyodiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

Buku-buku mengenai RA.Kartini ini (sebagian besar adalah merupakan kumpulan surat-suratnya ke Belanda):

• Habis Gelap Terbitlah Terang oleh Empat Bersaudara , 1922

• Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya, terjemahan oleh Sulastin Sutrisno

• Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900-1904. Penerjemahnya adalah Joost Coté

• Panggil Aku Kartini Saja, karya Pramoedya Ananta Toer

• Aku Mau ... Feminisme dan Nasionalisme. Surat-surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar 1899-1903. "Aku Mau ..." adalah moto Kartini. Sepenggal ungkapan itu mewakili sosok yang selama ini tak pernah dilihat dan dijadikan bahan perbincangan. Kartini berbicara tentang banyak hal: sosial, budaya, agama, bahkan korupsi.

Labels:


Read more!  
posted by Kian at 8:29 AM | Permalink | 0 comments
Monday, April 23, 2007
Hati-hati!!!!!
Hati-hati jika berkendara, bertiga saja sudah cukup membuat polisi siap mengejar, apalagi kalo ga pake helm dan belum cukup umur!!!!


*I'am, Vella, n Zahra (tetangga2 imutkyu)*




Labels:


Read more!  
posted by Kian at 8:20 AM | Permalink | 4 comments
Monday, April 16, 2007
Minggu Sore Kami

Setelah setiap hari berlatih dan berlatih...
Setiap pagi dan sore. .
hmm inilah waktu kami untuk rehat

26 Maret 2007, Minggu, 17.53. Setu Cikaret, Bogor



waktu yang santai..
nikmatnya udara segar
hangatnya cahaya yang sendu..
desiran angin semilir…
Sore ini indah sekali..
Tetap bergumul bersama air dan air …
Air tetap menjadikan hidup dan hari-hari kami menjadi segar.
dengan air kami berjuang,
dengan air ini kami berprestasi dan
dengan air pula kami ini ada..

Kami takkan pernah bosan dengan air…
saat latihan dayung, saat berlomba dayung, saat istirahat ,
bahkan saat kami lelap..
juga saat senggang..
Air..hmmm Terimakasih Air.
Alhamdulillah..

Sore ini begitu indah…



*untuk atlet dayung wanita kab.Bogor*

Lomba Photoblog Loenpia

Labels: ,


Read more!  
posted by Kian at 2:22 PM | Permalink | 5 comments
Wednesday, April 11, 2007
Wanita karir atau Ibu Rumah Tangga?
Pernah ga sih ini terpikir di otak para wanita saat ini…suatu pilihan yang bisa dipilih salah satu, atau malah dua2nya?......gw bakal utarain fenomena yang gw liat selama ini…




Ibu rumah tangga

Tipe ini lumayan banyak gw liat disekitar gw. Ibu rumah tangga ini pun ada beberapa macam. Ibu rumah tangga yag doyan dirumah dan ibu rumah tangga yang doyan belanja. Tipe ini kayaknya berbanding lurus ma keadaan ekonomi keluarganya. Jelas dong, kan kalo belanja butuh duit..kalo doyan belanja berarti duitnya lumayan berlebih tapi ga berlaku sebaliknya. Jadi gampangnya ibu rumah tangga yang doyan di rumah itu umumnya ekonomi biasa2 aza trus yang ibu rumah tangga yang doyan belanja itu umumnya ekonomi berlebih.

Ibu rumah tangga fokusnya adalah dirumah mule dari ngurus rumah , ngurus anak, n ngurus suami. Selalu siap kalo ada kebutuhan dari setiap anggota keluarga. Untuk IRT yang doyan dirumah waktu senggangnya biasane dipake tuk kumpul ma tetangga entah diskusi or nggosiiip.nah untuk IRT yang doyan belanja, waktu senggangnya dipake tuk jalan keluar jalan-jalan tuk survey tempat belanja atau belanja beneran.

Wanita karir

Kalo wanita karir ini adalah seorang ibu dan juga pekerja tapi sepertiga waktunya dipake tuk pekerjaan. So fokusnya dipake tuk bekerja. Ntuk tipe ini kalo mo lancar keluarga and kerja cocok banget buat tipe yang bisa mendua maksudnya pada saat kerja dia fokus ma kerja n pas pulang kantor di fokus ma rumah…hebat neh tipe ini tapi biasanya tipe ini agak susah diatur ma suami..karena ngerasa punya porsi yang sama dalam ekonomi keluarga..jadi setelah gw liat-liat kok banyak yang ga harmonis ya di keluarganya..atau setidaknya ada aja yang kurang dalam keluarganya.

Untuk wanita pekerja, karyawan biasa yang gw liat seh keluarganya masih lumayan. Tapi untuk wanita yang sukses yang posisinya dah "diatas" dari 10 orang 2 diantaranya gagal dalam keluarganya..(ini sampel gw ambil acak dan ini bener-bener terbukti). untuk sisanya lumayan dan gw bilang mereka wanita hebat karena bisa menempatkan diri.
yah tetep dibutuhin sebuah penelitian lebih lanjut seh..

Pilihan gw

Kalo gw seh pingin jadi ibu rumah tangga aza.karena gw sadar gw ga bisa banget berpikir terbagi..heheh pengalaman waktu kuliah dulu….ga enak kuliah dobel. Dapet dobel she tapi dua-duanya ga maksimal..hehehehhe ternyata gw cewek biasa-biasa aza….

So makane gw milih tuk jadi ibu biasa aza…tapi waktu senggang yang ada jangan gw pake tuk gosippp…tapi gimana kalo diskusi tuk kemajuan rumah tangga, dipikir-pikir bisa buat 7 kelas(nyesuain hari);

1.tanaman hias

2.masakan

3.kerajinan tangan

4.keluarga

5.Olah raga

6.Pengajian

7.kesehatan

Wah jika itu terjadi bisa hebat tuh..para ibu yang hebat deh…jadi kayak kerja juga ya…jadi harus fokus..kan bisa aza jadi ibu yang profesional. Bisa jadi ntar kayak diMampang, Jakarta 1 rt jadi daerah hijau.

Nah hidup itu adalah pilihan. Semua pilihan ada resiko nya dan butuh konsekuensi. Jadi silahkan pilih...Setelah memilih..profesionallah, konsekuensi, ikhlas, dan semuanya harus di jalan Allah.
Semoga menjadi berkah untuk semua .

Labels:


Read more!  
posted by Kian at 9:42 AM | Permalink | 13 comments
Tuesday, April 10, 2007
Sayur Obat ala Kian
Hatcihhh…hatcihhhh…Hhhhhhhh…hatcihhhh…


Duh dah hamper seminggu ini tenggorokan sakit dan pilek plus bersin…dan puncaknya adalah di hari ketujuh.

someone : “mbok ke dokter wae to ki!”
kian :“ ah cape ke dokter mulu…coba pake terapi minum aer buanyak ahhh”


Selama 7 hari ini sebenere sakitnya itu malu-malu. Pagi kambuh, siang sehat, sore kambuh. Bangun tidur kambuh, siang sehat, setiap kena matahari pagi alhamdulillah sehat…

someone : “musti dijemur kali mba ki!”
kian :“jemuran po??...yuuuk!”


Ternyata dengan minum air putih hangat itu alhamdulillah berkurang tapi masih kurang mujarab. Dan akhirnya aku pun menemukan resep yang alhamdulillah mujarab *langsung uenak..seger*. Sayur Jamur Anget….hehehheeh






Sayur Jamur Anget

Bahan :
1 kantong jamur tiram putih disuir …hmmm setara 1 ons jamur kali ya…ga bawa timbangan je
2 siung bawang putih dikupas
2 cm jahe dikupas
1 bungkus royco rasa ayam
Lada putih bubuk secukupnya
Garam secukupnya
Air bersih yang banyak..heheh ga ding hmmm 3-4 gelas..

Cara:
Bawang putih dan jahe di giling halus…(inget dah dikupas dan dicuci ya).trus rebus air masukin bumbu dan jamur, masukin royco, garam, n lada. Tunggu sampe mendidih…insyaallah jadi 3 porsi..

Kalo mo enak lagi..tambahin suiran ayam…hmmm yummii..

Habis makan ini hmm alhamdulillah langsung seger badan dan anget luar dalam…

Buat yang flu, meriang, dan radang tenggorokan..boleh nyoba resep asal-asalan ala kian…hehhehe…Semoga menjadi Berkah. Amiin



Labels:


Read more!  
posted by Kian at 10:38 AM | Permalink | 8 comments
Tuesday, April 3, 2007
Setiap sesuatu pasti ada penyakitnya


Rasulullah SAW bersabda kepada menantunya, Ali r.a:
" Wahai 'Ali, setiap sesuatu pasti ada penyakitnya.

Penyakit bicara adalah bohong,

penyakit ilmu adalah lupa,

penyakit ibadah adalah riya',

penyakit akhlaq mulia adalah kagum kepada diri sendiri,

penyakit berani adalah menyerang,

penyakit dermawan adalah mengungkap pemberian,

penyakit tampan adalah sombong,

penyakit bangsawan adalah membanggakan diri,

penyakit malu adalah lemah,

penyakit mulia adalah menyombongkan diri,

penyakit kaya adalah kikir,

penyakit royal adalah hidup mewah,

dan

penyakit agama adalah nafsu yang diperturutkan...."


(Riwayat Bukhori dan Muslim)

Labels:


Read more!  
posted by Kian at 10:32 AM | Permalink | 9 comments
Monday, April 2, 2007
Saya menuntut?
Pagi ini...


Berniat mengawali minggu ini dengan semangat dan hati yang cerah. Carane dengan berangkat pagi buta (bener2 buta..karena hujan dan mati lampu)...-yakin yang lain pasti masih molor dirumah, kos, or kontrakan..-

jam 5.15 pagi (shubuh malah) aq berangkat kerja. Perjalanan Bogor-jakarta dengan KRL ekonomi hanya ditempuh kurang lebih 2 jam (1-1,5 jam perjalanan kereta dan sisanya naek bus ke kantor) dengan penuh sesak tapi enjoy aza..(bisa tidur euy)

TAPI..


*mikir, kecewa, namun tetep ...*



Masih teringat berita, yang mengatakan mulai tanggal 1 April 2007 PT KAI mewajibkan para penumoang KRL untuk membeli tiket, jika ketahuan tidak mempunyai tiket akan didenda 5 kali harga tiket seharusnya (ekonomi maupun ekspress).



Baguslah..itu memang kewajiban bagi kami sebagai seorang penumpang. Demi lancar dan nyamannya perjalanan kami. Tibalah tadi pagi...wuiiihh Stasiun Bogor seperti ada konser orang2 ngantri panjang banget (ekonomi maupun ekspress) dan di pintu masuk juga berjejer pihak keamanan stasiun....Heheheh bagus..bagus..ga cuma isapan jempol dunk...harus begini neh..Disiplin..penumpang maupun pemberi jasa...



Loh kok sampe didalem masih banyak yang bergerombol, padahal kereta ada disetiap rel (8 rel)...nah loh ini apa lagi..bukan demo kan..soale harga tiket ga naek kok..cuma diperketat..n that's not problem...



Oalah..ternyata malah si Kereta yang ga disiplin...kereta yang harusnya berangkat jam 5.45 kok baru nyampe jam 5.45...nah loh...belum lagi kalo 1 dah molor kereta laen juga molor...



kereta Bogor-Tanah Abang dgn keberangkatan jam 6 kurang,jam 5.45 masih RUSAK, ada masalah teknis (n belum tau kereta mana yg akan menggantikan)...nah loh..penumpang bingung (itu dah terhambat 2 kereta kan).



kereta Bogor-Kota (Bojong balik) dgn keberangkatan 06.00 WIB, pada jam 5.47 WIB masih belum jelas pake kereta yang mana...nahloh...bisa ada perang rebutan kursi neh (ga cuma di DPR neh rebutan kursi)



Akhirnya bisa juga naek kereta tanpa rebutan n duduk dan berngakt jam 5.57...(heheh gw duluan dari yg bojong balik-06.00)...sampe 3 stasiun didepan..masih lenggang...tapi pas sampe citayam ..ya Allah..mule deh pueenuuuhhh bgt..mgkn kaki bisa ga napak saking kedorong2...(bersyukur aq dah duduk..n bisa tidur)..jalan keretane juga luamaaa banget...perjalanan yang biasane 1,25 jam..ini di tempuh 1,45 lama kan...tapi yang lebih ngeselin (buat yg turun di tanah abang) adalah...KERETA MOGOK DAN BERKAHIR DI MANGGARAI...nah loh...



Mana pak..mana pak..mana bu..mana kereta..


kami telah membayar kewajiban kami...mana..mana...sing penting tepat waktunya dan tersedia gerbong...okelah kenyamanan (terutama yang ekonomi) di nomor duakan...tapi ADA DAN WAKTU...itu paling pentinggggg....mana...mana...saya menuntun Hak saya....



weks...baru bisa marah-marah disini...tadi di kereta senyum2 aza..demi mengurangi stress...



Semoga Allah memberikan berkah atas semua ini.

Labels:


Read more!  
posted by Kian at 4:07 PM | Permalink | 5 comments